Linux

perbedaan antar distro


mungkin cara terbaik sebelum pindah ke linux buat yg baru, bisa kumpulin info ttg hardware di komputernya terdiri dari apa aja, type-nya apa, misal vga -nya, soundcard, HD, wireless -nya dll, kemudian baru cari di internet apa semua hardware di komputernya friendly dgn linux ato ngga.
klo ada yg ngga-cocok, biasanya ada patch tertentu.

cuman aku pikir linux di jaman skrg udah beda kali yah kemampuan detect hardware -nya, lebih baik.

oia, gimana juga dengan kecepatan developer linux dalam menghadapi hardware keluaran terbaru ? vga ato sound mungkin.

jadi klo aku simpulin di sini, perbedaan distro linux (khususnya untuk desktop) adalah dari kemampuan para developernya untuk membangun linux yg sudah baik auto-detect nya (kali),
dan biasanya dengan membuat patch-patch tambahan di kernel dan penambahan aplikasi-aplikasi tertentu untuk tujuan tertentu, update-online misalnya.

jadi buat temen-temen yg mau cobain linux ga usah takut, dewasa ini linux udah sangat baik dan lebih cepat dalam melakukan... apa yah... yah pokonya selalu ada solusi.

jadi ga usah takut sama banyaknya distro, bener kata mas tux, untuk awal lebih baik coba dulu distro besar. jelajahi distro -nya klo udah paham gimana sih linux, terutama dalam melakukan komunikasi dengan hardware... baru boleh coba distro laen yg lebih menantang.



Distro sebagian besar dibedakan dari sistem Package nya, seperti rpm (redhat) , deb (debian), tgz (slackware), ebuild (Gentoo), dst.

Untuk masalah Hardware seperti itu, biasanya setiap Distro akan mem patch dengan patch patch tertentu, dan tidak sama pada setiap distro, sehingga Distro jadi "spesial".
karena mem patch kernel bisa menambah kemampuan/kelebihan, tapi disisi lain kadang bisa membuat kernel jadi bermasalah pada hardware/sistem tertentu.
Lalu program program yang ada didalamnya juga macam macam, dan kadang juga di patch sana sini, sehingga ada program yang sama di Distro anda, bisa beda dengan Distro yang lain.
bisa beda pada kemampuan, atau jalannya program tersebut, kadang bisa jalan dengan baiik atau malah tidak bisa bekerja sebagai mana mestinya.

Karena itu Distro ada banyak, anda harus mencoba satu persatu, sebaiknya dicoba distro besar, lalu dilihat apakah kompetible dengan hardware/peripheral yang anda miliki, jika sudah cocok, tinggal anda pakai Distro tersebut dan anda pelajari lebih dalam.

Jangan suka ngikut pendapat orang, anda harus memilih disro anda sendiri. karena alasan diatas.

Kernel memang maengambil pernana penting pada setiap Operating Sistem, tapi program lain juga memiliki peranan juga.


Untuk masalah Printer anda, ada kemungkin program auto detect bawaan distro tidak bisa mendeteksi dengan baik, atau drivernya tidak ada di dalam Distro tersebut.
driver Printer, ada pada program CUPS, coba anda upgrade CUPS anda.


nah yg bikin beda pada dasarnya apa ?
-aplikasi ? kayanya aplikasi apa aja masih bisa di donlod dan diinstal buat di pake di ditro mana aja. bener ga? ato salah?
-kernel ??? apa ini yg ngejadi -in tiap distro berbeda ? kernel yg sudah di modif, di -patch ?
kadang di distro A belom bisa autoMount, tapi di distro B udah bagus dukungan autoMount -nya. apa itu rahasianya ada di kernel ?

hei, di distro A printer ku langsung terdetect, -tapi di distro B ko printer ku malah ga ke detect!!!
apa itu karena modifikasi kernel ?
jadi klo misal di distro B yg belom bisa ngedetect printer (misal) apa bisa kernelnya di modif manual agar bisa detect hardware?

gimana cara kernel itu bisa ngedetect setiap hardware ? apa di dalam kernel sudah ada driver utk hardware tertentu ?
klo emang gitu, gimana caranya kita mau menambah driver suatu hardware yg belum bisa terdetect oleh kernel ?

yg pengen aku tekankan di sini untuk bertanya, apa Kernel itu yg memainkan peranan penting di linux?
masalah hardware, auto-auto, apa itu semua terletak di kernel -ato gimana ???




Bukan hal mudah memang untuk menentukan pilihan dalam hal yang satu ini. Setiap orang akan punya standar masing-masing dalam menentukan pilihan. Nah klo nanya sama 3 orang bisa-bisa beda orang maka beda lagi standar nya.
Nah berikut ini panduan kecil yang perlu diperhatikan dalam memilih distro Linux :
1. Hal mendasar yang perlu di pahami adalah bahwa linux itu dasarnya satu, yakni KERNEL. Nah, distro-distro yang ada sebenarnya menggunakan kernel yang sama. Tentu ada perbedaan, tapi sebagai pemula rasanya tidak perlu mempermasalahkan kustomisasi/perbedaan yang ada pada kernel tersebut.
2. Hal lain yang tidak kalah penting adalah mengenai isu kemudahan penggunaan dari sisi grafis (GUI - Graphical User Interface). Saat ini dapat dikatakan semua distro besar/populer (walaupun ada juga yg kecil dan kurang populer) sudah menawarkan sisi GUI yang sangat user-friendly. Beberapa pengguna pemula yang memang baru mengenal komputer justru menganggap sangat mudah untuk berkenalan dengan GUI dari desktop Linux.
3. Lalu apa yang membedakan distro satu dengan yang lain? Yang sudah pasti adalah tool administrasi sistem. Tool administrasi akan berhubungan dengan kemudahan yang ditawarkan kemudian untuk melakukan administrasi sistem. Lainnya? Dalam hal mempertimbangkan satu distro sebagai awal rasanya tidak ada yang terlalu berbeda, karena hampir semua distro sudah fokus untuk menyajikan desktop yang user-friendly.
4. Perhatikan spesifikasi komputer Anda. Distro-distro terbaru jelas membutuhkan spesifikasi hardware yang lebih besar. Jika Anda memenuhi syarat si atas (spek PC medium-high-end) maka tidak akan ada masalah dengan distro-distro terbaru. Namun jika Anda berniat mencoba Linux dengan PC lawas maka perlu lebih jeli dalam poin ini.
5. Bertanya..!!! Ini langkah yang sangat penting. nda bisa bertanya pada teman, guru, dosen atau bahkan buku dan internet. Yang perlu di perhatikan jika Anda bertanya pada 'seseorang' adalah orang tersebut sebaiknya tidak fanatik terhadap satu distro, karena ke-fanatik-an dalam bentuk apapun akan memberikan efek yang tidak baik. Gimana bisa tau fanatik atau nggak? Ya pake feeling deh...sambil berdoa moga ketemu dengan orang yang tepat :D
Then...?
Saatnya tentukan pilihan. Poin yang paling penting adalah :
"jangan berlama-lama dalam memilih dan menimbang-nimbang"
Selama masih dalam tahap belajar kita bisa coba distro yang lain kapan saja. Kondisi saat ini adalah sudah sangat banyak distro yang sangat user-friendly dan siap sebagai media belajar bagi pemula.
Berikut ini distro yang direkomendasikan :
1. Vector Linux : Sederhana, aplikasi memadai, cepat dan ringan. Tool administrasinya terbilang OK banget. Sayangnya pertumbuhan komunitas lokal (Indonesia) masih tergolong kecil. Distro ini cocok jika Anda menggunakan spesifikasi komputer yang sedang-sedang saja (klo spek. besar tentu lebih baik).
2. Ubuntu/Kubuntu : Saat ini menjadi distro dengan komunitas terbesar lokal hampir diseluruh dunia (atau jangan2 memang di seluruh dunia :D). Aplikasi-aplikasinya termasuk sangat lengkap.
3. BlankOn : Ini distro karya anak bangsa, merupakan turunan dari Ubuntu (versi 3.0 - codename : Lontara). Distro ini mewarisi sifat-sifat induknya. Perbedaan yang mendasar adalah bahwa BlankOn didesain sedemikian rupa untuk memenuhi kebutuhan dasar aplikasi secara lokal.
4. OpenSuSE : Desktop dan tool administrasinya sudah terkenal sejak 'jaman' SuSE.
5. Mandriva : Sejak dulu distro ini mengusung 'kemudahan' sebagai jargon. Hal tersebut bukan sekedar jargon, Desktop Mandriva memang cantik, tapi secara umum Mandriva 'meminta' spesifikasi PC yang lebih besar, sehingga jika spesifikasi PC yang 'pas-pas'an kurang cocok dengan distro ini.
6. DamnSmallLinux (DSL) : ini distro yang sangat ringan. Total image iso-nya yang hanya berkisar 50 MB sudah memuat aplikasi perkantoran, internet dan multimedia, sangat cocok untuk digunakan pada PC lawas.
7. PCLinuxOS, Zencafe, Fedora juga sangat layak untuk di pertimbangkan sebagai media awal berkenalan dengan Linux.
So...tunggu apalagi? Segeralah memulai....
Bukankah semua orang berawal dari belum mengerti, lalu dia belajar, mencoba, (mungkin) gagal, lalu mencoba lagi, memperbaiki kesalahan dan kemudian menjadi bisa ;)
Sekian dulu.
Mohon koreksi jika ada kesalahan. Semoga bermanfaat ;)
Note :
** Pada dasarnya semua distro dapat untuk digunakan sebagai Server maupun Desktop
** Anda juga bisa mencoba distro-distro LiveCD yang tidak perlu di install terlebih dahulu, sehingga Anda tidak mendapatkan resiko apapun dalam mencoba Linux, yang perlu dilakukan adalah mencoba.


Para pencinta Linux pastilah merasakan apa yang dinamakan "perbedaan" ketika memandangi layar monitornya jika dibandingkan dengan punya orang lain. Bukan hanya sekedar berbeda wallpaper-nya saja tapi bisa berbeda Window Manager. Ada yang suka yang tampilannya bagus tapi agak "berat" seperti KDE dan Gnome, ada juga suka yang lebih ringan tapi tetap manis.
Kalau melirik aplikasi-aplikasi yang digunakan, akan semakin banyak lagi perbedaan. Satu distribusi Linux bisa menyediakan berbagai alternatif untuk satu kategori aplikasi. Sebutlah peramban internet ( internet browser), disediakan banyak pilihan untuk kita gunakan, atau sekedar editor saja juga banyak pilihan. Dan yang lebih penting, itu semua disumbangkan oleh komunitas open source untuk digunakan secara bebas.
Lantas apakah kita akan berdebat tentang perbedaan distro yang atau aplikasi-aplikasi kita pilih untuk kita gunakan? Apakah akan ada 'kerusuhan' seperti yang ada di gedung wakil rakyat karena masalah perbedaan selera ini? Jawabnya tidak. Saya yakin kita semua menikmati perbedaan ini. Kita bahkan diuntungkan karena bisa memilih sesuka hati apa yang kita mau.
Yang paling indah adalah saling melengkapi. Di milis-milis Linux sering dibahas mengenai suatu aplikasi/program untuk melakukan sesuatu. Biasanya banyak yang menanggapi dengan berbagai alternatif. Bagi saya itu artinya saling melengkapi.
Namun sayang, di berbagai perguruan tinggi di Indonesia, masih jarang yang menyikapi dengan baik perbedaan ini. Masih jarang Linux digunakan secara berdampingan dengan platform lain dalam arti sama-sama dijadikan pilihan yang bisa digunakan oleh pengguna umum. Mayoritas hanya menggunakan satu platform yang tidak lain adalah "sang dominan". Sebagian hanya menggunakan Linux sebagai server "penangkal" gangguan pada keamanan dan tidak digunakan oleh pengguna secara langsung.
Saya sering mengimpikan Linux digunakan dalam pengajaran secara luas. Mahasiswa (atau bahkan siswa) bisa belajar dengan leluasa menggunakan Linux. Setidaknya ada porsi yang cukup seimbang dalam penggunaan jika dibandingkan dengan penggunaan platform lain. Namun sebagian orang masih ragu dengan Linux. Padahal kalau mereka mengkaji lebih jauh, tentu mereka akan sadar bahwa peluang Linux untuk digunakan secara luas sangatlah besar dan sekarang sebenarnya sudah mulai kelihatan gejalanya. Semestinya ada antisipasi dari perguruan tinggi untuk masalah ini. Kita harus mempersiapkan para mahasiswa yang nantinya akan terjun ke lapangan kerja untuk dapat menguasai Linux.
Saat ini, sepengetahuan saya, hanya sebagian orang yang hobi mengutak-atik komputer dan yang "terpaksa" saja yang menggunakan Linux. Sangat jarang pengguna biasa yang secara intensif menggunakan Linux. Sosialisasi penggunaan Linux masih kurang. Kesan "sulit dipelajari" begitu kuat menempel di Linux dalam pandangan masyarakat umum. Padahal, kalau kita banding-bandingkan, untuk melakukan hal-hal umum dengan Linux dan platform lain tidak terlalu banyak bedanya. Sebutlah mengetik dokumen. Jika dibandingkan dengan yang lain, mengetik dokumen di Linux sama mudahnya.
Sebagian orang tidak memandang secara adil perbedaan ini. Saya sering mendengar kata "sulit" itu muncul ketika membicarakan Linux dengan yang bukan pengguna Linux (dan belum mencoba Linux). Masih ada saja orang yang beranggapan bahwa bekerja dengan Linux itu lebih banyak dengan modus teks dan butuh keahlian tinggi. Kesan ini bergulir dari mulut ke mulut sehingga orang enggan menggunakannya. Mestinya kalau kita mau membandingkan, tentu dengan hal-hal yang setara. Jangan membandingkan tingkat kesulitan mengetik dokumen dengan menatasiapkan (setup) server surat.
Semoga pengguna platform lain berangsur-angsur akan dapat menerima perbedaan ini secara bijak dan bisa berdampingan dengan pengguna Linux sehingga keberadaan Linux akan diterima berbagai kalangan termasuk perguruan tinggi. Mudah-mudahan dengan demikian Linux bisa jadi bahan pengajaran dengan porsi yang layak dan bukan hanya hanya jadi bahan kuliah sampingan.

mp3 player mandrake 10.2 trouble
ada yang sudah berhasil instal xmms di mandrake 10.2, gw dah download xmms di rpmfind.net install berhasi tapi begitu play ngga ada suara and hang tuh xmms, atau ada alternatif lain. selain xmms yang mirip winamp
.............
bagi-bagi dong
Indahnya kebersamaan
Linux + OSS (Open Source Software) adalah "Indahnya Kebersamaan" pula, khan? Coba bayangkan sekian ratus/ribu developer mengembangkan Linux (design, coding, testing, hacking, writing documentation/translation etc.) bekerja bersama, lebih sering tanpa saling kenal. Bahkan yang lebih indah kebersamaan itu untuk sebuah kebebasan (freedom as in speech) dan terjadi dalam "kerja" semua yang disebut diatas. Pekerjaan yang sebagian besar dilakukan tanpa peduli imbalan materi, pujian atau popularitas.
Barangkali "kerja dengan cinta" seperti kata Khalil Gibran. Barangkali saya berlebihan, tapi rasanya itulah. :)

banyak teman-teman yang PM saya mengeluhkan installasi ZENCAFE yang lebih sulit dibandingkan PINUX. dari pada saya klarifikasi satu-satu, mohon dibaca thread ini lebih dulu. Dari beberapa PM soal ZENCAFE dan PINUX, ada tiga poin yang mau saya garis bawahi. Mudah- mudahan thread ini bisa sedikit membantu.

Poin 1: Installasi

PINUX adalah distro yang berupa file image hasil cloning dari komputer developernya dengan menggunakan mondo rescue (biar gampang dimengerti saya analogikan seperti norton ghost di windows). anda tinggal cloning file image tersebut ke dalam komputer anda, selesai. untuk baik buruknya sistem cloning ini saya rasa anda bisa menjawabnya, apabila kurang tau bisa tanyakan om google.

ZENCAFE adalah distro Linux yang menggunakan sistem installer seperti kebanyakan distro Linux lainnya. Ada step-step yang harus dilakukan. Apabila anda pernah install VECTORLINUX, FEDORA, MANDRIVA, XANDROS dan distro yang menggunakan sistem installer, tentunya tidak akan mengalami kesulitan berarti dengan ZENCAFE, terutama untuk pengguna VECTORLINUX pasti anda tidak akan kesulitan. Dengan sistem installer ini, secara garis besar anda akan mendapatkan OS yang telah teroptimisasi sesuai dengan hardware dan software yang anda butuhkan/miliki.

Mohon kepada teman-teman, tolong untuk tidak membandingkan secara frontal distro ZENCAFE dengan PINUX karena memang berbeda. Apabila teman-teman menanyakan kesulitan installasi ZENCAFE setelah menggunakan distro lainnya seperti VECTORLINUX, FEDORA mungkin sedikit banyak saya bisa membantu, namun apabila ZENCAFE dengan PINUX???????? terus terang saya kesulitan menjawabnya karena berbeda 360 derajat??????

Silahkan pilih mana yang sesuai dan nyaman untuk anda, tidak ada paksaan untuk menggunakan distro tertentu, semua terserah anda. Klo menurut anda ZENCAFE lebih enak silahkan install ZENCAFE, klo menurut anda PINUX lebih enak silahkan install PINUX. tidak ada yang dirugikan disini, saya cuma membantu teman-teman dengan menyediakan alternatif, klo mo bener-bener nyaman ya pake WINDOWS (ini kan biasanya yang ada dibenak orang). klo distro yang saya buat banyak kekurangan mohon dimaklumi, saya mempunyai keterbatasan, jangan disamakan dengan WINDOWS atau distro-distro besar seperti FEDORA dan MANDRIVA, alasan saya menerima waktu di pinang ZENWALK pun karena saya yakin (Insya Allah) dengan pinangan ini LiGOS/ZENCAFE bisa jauh lebih baik daripada harus saya develop sendiri. Sapa tau 2-3 tahun lagi bisa sebagus WINDOWS, sapa tau? toh semuanya Allah yang menentukan kita cuma bisa ikhtiar.

Poin 2: Deteksi Hardware di PINUX

Untuk masalah deteksi hardware di Pinux, please bukan saya ga mau jawab, tapi rasanya kurang pas apabila PM dan menanyakan kesaya, saya kurang berkopeten soal ini, lagipula saya belum cukup menggunakan Pinux (hanya liat sekilas, belum cukup pengetahuan untuk "menjudge" soal PINUX). silahkan tanyakan di forum.

Poin 3: Upgrade Aplikasi di PINUX

Untuk teman-teman yang mengalami kesulitan masalah upgrade aplikasi di PINUX, karena PINUX baseon REDHAT 9, coba googling dengan mengacu kepada distro REDHAT 9 atau silahkan tanya di forum.

Palagi ya? mungkin tiga itu yang cukup esensial. Mohon maaf sebesar-besarnya, bukan saya tidak mau membantu teman-teman yang PM langsung kesaya soal ini, tapi lebih karena alasan yang saya sebutkan diatas. Klo soal lain, Insya Allah klo saya bisa bantu pecahin masalahnya akan saya bantu.

Oh iy, mohon maaf buat teman-teman yang menanyakan cara installasi ZENCAFE bisa lihat di readme.txt yang disertakan didalam distro ZENCAFE, untuk cara installasi secara detil saya belum dapat memenuhi permintaan ini karena lagi sibuk masalah merger LiGOS/ZENCAFE dengan ZENWALK. Mungkin teman-teman yang sudah menggunakannya bisa membantu membuatkan coret-coretan singkat soal ini?

Tips memilih distro linux
Salah satu keluhan para pengguna pemula Linux adalah bingungnya memilih distro yang akan dipakai sebagai OS mereka, karena banyaknya pilihan Distro untuk saat ini. Distro yang berasal dari kata distribution adalah istilah untuk menyebut pemaket sistem operasi Linux dengan berbagai jenis program komputer. Linux awalnya adalah nama kernel atau inti sistem operasi. Linux telah menjadi istilah popular sebuah sistem operasi berbasis kernel Linux. Bahkan, Linux juga sering digunakan untuk menyebut distro, misalnya Linux Ubuntu, Linux BlankOn, dan lain-lain.
Distro Linux disebut pula sebagai kumpulan perangkat lunak yang dipaket bersama kernel Linux dan program tambahan untuk menginstal, menjalankan, dan mengonfigurasi sistem operasi Linux dalam suatu sistem perangkat keras. Sistem perangkat keras ini dapat berupa laptop, PC, mainframe, pda, handphone, robot, router, dan lain-lain. Pengemasan distro saat ini biasanya berupa CD/DVD.

Istilah distro muncul karena adanya kebebasan mengembangkan dan mendistribusikan software merdeka (Free Software) dan Open Source. Setiap orang atau organisasi boleh membuat atau mengubah distro, tanpa harus selalu meminta izin kepada Linus Torvalds (pembuat pertama Kernel Linux), maupun pembuat program open source lainnya. Perbedaan distro satu dengan yang lain biasanya dalam hal cara instalasi, cara konfigurasi, tampilan standart, dan jenis paket yang disertakan,

Banyaknya jenis distro Linux ini di satu sisi membingungkan dalam memilih, di sisi lain menjadi salah satu kelebihan Linux karena tersedia banyak pilihan/alternatif bagi pengguna atau pengembang sistem komputer. Pilihan dapat ditentukan dengan beberapa kriteria, antara lain popularitas atau banyaknya distro tersebut digunakan, kemudahan instalasi dan konfigurasi, kelengkapan aplikasi, dukungan pengembang, selera pengguna.
Popularitas
Salah satu web yang terkenal untuk mengetahui popularitas distro Linux adalah distrowatch.com, yang menyusun ranking distro berdasarkan HPD (Hit Per Day) dari 359 distro (status 31 Mei 2007).

Untuk dua belas dalam enam bulan terakhir, Ubuntu menempati posisi pertama, disusul OpenSUSE. Tiga bulan terakhir Ubuntu juga di tingkat pertama, disusul PCLinuxOS. Sebulan terakhir, PCLinuxOS di tempat pertama, Ubuntu di nomor dua.

Ubuntu adalah distro turunan Debian. Tersedia beberapa pilihan Ubuntu, misalnya Ubuntu Desktop (live-CD) dengan desktop GNOME, Ubuntu Alternate, Ubuntu Server, Kubuntu dengan desktop KDE, dan Xubuntu dengan desktop XFCE. Ubuntu.com juga menyediakan Edubuntu dengan desktop GNOME plus aplikasi pendidikan dan LTSP (Edubuntu Server), yang bisa dilengkapi dengan CD Edubuntu Server Addon. Ubuntu �standart� itu belum menyertakan paket-paket pendukung beberapa format file multimedia seperti MP3, VCD, dan DVD, namun tersedia paket-paket Extras yang dapat didownload.

PCLinuxOS adalah distro live-CD turunan Mandrake atau Mandriva. PCLinuxOS juga dapat diinstal ke hard disk setelah berjalan normal dari CD, mirip dengan Kubuntu Desktop. PCLinuxOS dilengkapi paket-paket multimedia untuk MP3, VCD, dan DVD. Penambahan paket rpm dari server repositori dapat dilakukan setelah instalasi ke hard disk, dengan apt-get dan synaptic.

Di Indonesia, komunitas pengguna Linux paling ramai saat ini adalah Ubuntu. Jumlah pengguna Ubuntu Indonesia belum terhitung, mungkin juga paling besar karena kemudahan memperoleh CD secara gratis dari Ubuntu.com.
Kemudahan Instalasi dan Siap Digunakan
Mudah itu relatif, namun Sampean dapat menentukan mudah atau tidaknya instalasi berdasarkan survey atau tanya ke teman. Jika Sampean tidak ingin lebih dahulu menginstal, distro live-CD seperti KNOPPIX dan PCLinuxOS sangat cocok. Ubuntu/Kubuntu/Edubuntu Desktop juga live-CD, namun belum mendukung MP3, sehingga tidak mudah bagi umumnya orang Indonesia. Karena orang Indonesia rata-rata suka mendengarkan Musik Khususnya Mp3.

Tersedia Banyak Aplikasi
Debian dan Ubuntu merupakan distro yang memiliki repositori lengkap (kumpulan paket di server atau DVD), jika internet atau akses ke penyedia DVD bukan kendala. Mandriva, SUSE, dan Fedora merupakan distro tua yang juga memiliki banyak repositori, selain sudah dipaket dalam bentuk beberapa CD atau DVD.
Dukungan Teknis
Dukungan teknis berbayar disediakan oleh distro besar dan tua seperti Red Hat dan Novell-SUSE. Berbagai perusahaan juga menyediakan dukungan teknis profesional untuk berbagai distro. Jika Sampean bisa memanfaatkan dukungan teknis melalui komunitas, misalnya melalui milis, semua distro besar didukung oleh banyak orang secara suka-rela, misalnya Ubuntu, Fedora, SUSE, dan Mandriva. Salah satu komunitas yang hanya mendukung ke salah satu distro adalah Ubuntu-id.org.
Selera Pengguna
pemilihan Distro Ini bersifat subjektif, sehingga tidak ada kriteria baku dalam hal tersebut. ya dong saya tidak mungkin memaksakan kapada sampean untuk menginstall salah satu distro (khususnya yang saya pakai) pada PC Sampean, itulah kenapa pemilihan distro itu sesuai dengan selera sampean (yang menurut sampean paling mudah).
Rangkuman
Cara memilih distro untuk digunakan (bukan dikembangkan), dapat melalui kriteria berikut ini, urut dari yang paling penting menurut penulis:
o Distro yang paling banyak digunakan oleh orang-orang di sekitar Sampean.
o Distro yang paling mudah diinstalasi dan dikonfigurasi, sehingga siap digunakan tanpa banyak masalah, paling tidak menurut teman-teman di sekitar Sampean.
o Distro yang sesuai dengan kebutuhan atau tujuan Sampean menggunakan komputer.
o Distro yang menyediakan banyak aplikasi dan cepat update-nya.
o Distro yang menyediakan dukungan teknis, sehingga sampean mudah mendapatkan jawaban jika menemukan masalah.
o Distro yang sesuai selera (subjektif) Sampean.
o Distro yang dilengkapi fasilitas untuk kebutuhan lokal Sampean, misalnya berbahasa Indonesia, fasilitas multimedia yang lengkap dll.

Desain RPP Nahwu

Nama Madrasah : MA Daar Al-Ilmi
Kelas : II
Mata Pelajaran : Bahasa Arab
Alokasi Waktu : 2 x 45 menit
Pertemuan Ke- : I

Standar Kompetensi : Mengenal tentang I`rob
Kompetensi Dasar : Memahami tentang i`rob
Indikator : 1. Menyebutkan pengertian i`rod
2. Menyebutkan tanda – tanda i`rob
3. Mampu Mengi`rob dengan baik dan benar
Metode Yang Digunakan : Qowaid wa Tarjamah

Materi Pokok :

Al I’rab

I’rab itu adalah berubahnya akhir-akhir kalimat karena perbedaann amil-amil yang masuk atasnya baik secara lafadz atau taqdir. Bagian i’rab itu ada empat, yaitu rafa’, nashab, khofadh atau jar, dan jazm.
Setiap isim itu bisa rafa’, nashab, khafad dan tidak bisa jazm
Setiap fi’il itu bisa rafa’, nashab, jazm, dan tidak bisa khofadh.

Mengenal tanda-tanda I’rab
1. Bagi rafa’ itu ada empat tanda, yaitu dhammah, waw, alif dan Nun
Adapun Dhammah, maka ia menjadi tanda bagi rafa’ pada empat tempat :
1. Pada Isim Mufrad,
2. Jama’ taktsir
3. Jama’ muannas salim, dan
4. fiil mudhari’ yang tidak bersambung di akhirnya dengan sesuatu

Adapun waw, maka ia menjadi tanda bagi rafa’ pada dua tempat :
1. Pada jama’ mudzakkar salim, dan
2. Isim-isim yang lima yaitu
أَبُوكَ, وَأَخُوكَ, وَحَمُوكَ, وَفُوكَ, وَذُو مَالٍ
Adapun alif, maka ia menjadi tanda bagi rafa’ pada isim-isim tatsniyyah yang tertentu
Adapun Nun maka ia menjadi tanda bagi rafa’ pada fi’il mudhari yang bersambung dengan dhamir tatsniyah, dhamir jama’, dan dhamir muannats mukhatabah.

2. Bagi Nashab itu ada lima tanda, yaitu Fathah, alif, kasrah, ya, dan hadzfunnuun (membuang nun).
Adapun fathah maka ia menjadi tanda bagi nashab pada tiga tempat :
1. Pada Isim Mufrad
2. Jama’ taksir, dan
3. fi’il Mudhari apabila masuk atasnya amil yang menashobkan dan tidak bersambung di akhirnya dengan sesuatupun
adapun alif, maka ia menjadi tanda bagi nashab pada isim-isim yang lima contohnya :
رَأَيْتُ أَبَاكَ وَأَخَاكَ (aku melihat bapakmu dan saudaramu)dan apa-apa yang menyerupai contoh ini.
Adapun kasrah, maka ia menjadi tanda bagi nashab pada jama’ muannats salim
Adapun ya, maka ia menjadi tanda bagi nashab pada tatsniyah dan jama’
Adapun Hadzfunnuun, maka ia menjadi tanda bagi nashab pada fi’il-fi’il yang lima yang ketika rafa’nya dengan tetap nun.

3. Bagi Khafadh atau jar itu ada 3 tanda, yaitu kasrah, ya, dan fathah.
Adapun kasrah, maka ia menjadi tanda bagi khafadh pada tiga tempat:
1. Isim Mufrad yang menerima tanwin
2. jama’ taksir yang menerima tanwin, dan
3. jama’ muannats salim
adapun ya, maka ia menjadi tanda bagi khafadh pada tiga tempat:
1. Pada isim-isim yang lima
2. Isim Tatsniyah, dan
3. jama’
adapun fathah, maka ia menjadi tanda bagi khafadh pada isim-isim yang tidak menerima tanwin.

4. Bagi jazm itu ada 2 tanda, yaitu sukun dan al hadzfu (membuang).
Adapun sukun, maka ia menjadi tanda bagi jazm pada fi’il yang shahih akhirnya
Adapun al hadzfu, maka ia menjadi tanda bagi jazm pada fi’il mudhari yang mu’tal akhirnya dan pada fi’il-fi’il yang ketika rafa’nya dengan tetap nun.


Langkah pembelajaran :
1. Pendahuluan
a. Mengawali pembelajaran dengan mengucapkan salam dan berdoa.
b. Mengamati dan mengarahkan sikap agar siap memulai pelajaran.
c. Apersepsi
d. Penjelasan singkat tentang proses belajar mengajar yang akan dijalani siswa.

2. Kegiatan Inti
a. Setiap awal pelajaran hendaklah dimulai dengan pre –test yang dilakukan untuk
mengukur batas kemampuan murid, terhadap pelajaran yang akan diberikan
(sebagai penjajagan untuk diberi pelajaran baru)
b. Guru menjelaskan pelajaran yang akan dipelajari, setelah menjelaskan guru
memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya.

3. kegiatan akhir
a. Memberikan soal untuk dijawab mengenai i`rob
b. Guru Membagikan kertas yang sudah dipotong-potong kepada masing-masing siswa.
c. Setelah dibagikan, guru memberikan instruksi untuk membuat kalimat yang beri`rob yang empat kemudian dicocokkan dengan yang ada dipapan tulis apakah itu rofa`, jazm, nashob, atau khofadh.
d. Memberikan tugas mandiri untuk mendalami materi ajar

Media Pembelajaran : 1. Papan Tulis
2. Spidol



Evaluasi : 1. Tertulis
2. Praktek

1. Tertulis
Soal
1. Apa yang dimaksud dengan I`rob?
2. Ada berapa bagian I`rob itu?
3. Sebutkan bagian-bagian i`rob!

2. Praktek

- I`roblah kalimat berikut dengan benar!

1. هذا كتاب
2. شرب محمّد فى المطبخ
3. هو مدرّس نشيط
4. جاء ابى من المكة
5. المدرسة جميلة

PENYUSUNAN
DESAIN PENGAJARAN NAHWU



Disusun
Oleh :

Aliy Hafiz
NPM. 07.11.02.0009
Dosen :
Juhaity Yusuf,M.Pd
Smt/Jur : V/PBA

















FAKULTAS TARBIYAH
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI RADEN INTAN
BANDAR LAMPUNG
2009




imam syatibi

Sekilas Tentang Maqashid al-Syari’ah MenurutImam Syathibi

Imam Syathibi membahas tentang Maqashid al-Syari’ah ini dalam kitabnya al-Muwafaqat juz II sebanyak 313 halaman (menurut buku cetakan Dar al-Kutub al-Ilmiyyah). Persoalan yang dikemukakan di dalamnya sebanyak 62 masalah.
Dalam pembahasannya, Imam Syathibi membagi al-Maqashid ini kepada dua bagian penting yakni Maksud Syari’ (qashdu al-syari’) dan Maksud Mukallaf (qashdu al-mukallaf). Maksud Syari’ kemudian dibagi lagi menjadi 4 bagian yaitu:
1. Qashdu al-Syari’ fi Wadh’i al-Syari’ah (maksud syari dalam menetapkan syariat).
Dalam bagian ini ada 13 permasalahan yang dikemukakan. Namun semuanya mengacu kepada suatu pertanyaan: “Apakah sesungguhnya maksud syari dengan menetapkan syari’atnya itu?”
Menurut Imam Syathibi, Allah menurunkan syariat (aturan hukum) tiada lain selain untuk mengambil kemaslahatan dan menghindari kemadaratan (jalbul mashalih wa dar’ul mafasid). Dengan bahasa yang lebih mudah, aturan-aturan hukum yang Allah tentukan hanyalah untuk kemaslahatan manusia itu sendiri. Syathibi kemudian membagi maslahat ini kepada tiga bagian penting yaitu dharuriyyat (primer), hajiyyat (skunder) dan tahsinat (tersier,lux).
Maqashid atau Maslahat Dharuriyyat adalah sesuatu yang mesti adanya demi terwujudnnya kemaslahatan agama dan dunia. Apabila hal ini tidak ada, maka akan menimbulkan kerusakan bahkan hilangnya hidup dan kehidupan seperti makan, minum, shalat, shaum dan ibadah-ibadah lainnya. Yang termasuk maslahat atau maqashid dharuriyyat ini ada lima yaitu: agama (al-din), jiwa (al-nafs), keturunan (an-nasl), harta (al-mal) dan aqal (al-aql).
Cara untuk menjaga yang lima tadi dapat ditempuh dengan dua cara yaitu:
1. Dari segi adanya (min nahiyyati al-wujud) yaitu dengan cara manjaga dan memelihara hal-hal yang dapat melanggengkan keberadaannya
2. Dari segi tidak ada (min nahiyyati al- ‘adam) yaitu dengan cara mencegah hal-hal yang menyebabkan ketiadaannya.
Untuk lebih jelasnya, perhatikan contoh berikut ini:
a. Menjaga agama dari segi al-wujud misalnya shalat dan zakat
b. Menjaga agama dari segi al-‘adam misalnya jihad dan hukuman bagi orang murtad
c. Menjaga jiwa dari segi al-wujud misalnya makan dan minum
d. Menjaga jiwa dari segi al-‘adam misalnya hukuman qishash dan diyat
e. Menjaga aqal dari segi al-wujud misalnya makan dan mencari ilmu
f. Menjaga aqal dari segi al-‘adam misalnya had bagi peminum khamr
g. Menjaga an-nasl dari segi al-wujud misalnya nikah
h. Menjaga an-nasl dari segi al-‘adam misalnya had bagi pezina dan muqdzif
i. Menjaga al-mal dari segi al-wujud misalnya jual beli dan mencari rizki
j. Menjaga al-mal dari segi al-‘adam misalnya riba, memotong tangan pencuri.
Sebelum penulis memaparkan lebih jauh cara kerja dan aflikasi dari al-dharuriyyat al-khams ini, perlu penulis sampaikan terlebih dahulu urutan kelima dharuriyyat ini baik menurut Imam Syathibi maupun ulama ushul lainnya. Hal ini sangat penting karena berpengaruh pada kesimpulan hukum yang akan dihasilkan.
Urutan kelima dharuriyyat ini bersifat ijtihady bukan naqly, artinya ia disusun berdasarkan pemahaman para ulama terhadap nash yang diambil dengan cara istiqra. Dalam merangkai kelima dharuriyyat ini (ada juga yang menyebutnya dengan al-kulliyyat al-khamsah), Imam Syathibi terkadang lebih mendahulukan aql dari pada nasl, terkadang nasl terlebih dahulu kemudian aql dan terkadang nasl lalu mal dan terakhir aql. Namun satu hal yang perlu dicatat bahwa dalam susunan yang manapun Imam Syathibi tetap selalu mengawalinya dengan din dan nafs terlebih dahulu.
Dalam al-Muwafaqat I/38, II/10, III/10 dan IV/27 urutannya adalah sebagai berikut: ad-din (agama), an-nafs (jiwa), an-nasl (keturunan), al-mal (harta) dan al-aql (akal).
Sedangkan dalam al-Muwafaqat III/47: ad-din, an-nafs, al-aql, an-nasl dan al-mal.
Dan dalam al-I’tisham II/179 dan al-Muwafaqat II/299: ad-din, an-nafs, an-nasl, al-aql dan al-mal.
Perbedaan urutan di atas, menunjukkan bahwa semuanya sah-sah saja karena sifatnya ijtihadi.
Para ulama ushul lainnya pun tidak pernah ada kata sepakat tentang hal ini. Bagi al-Zarkasyi misalnya, urutan itu adalah: an-nafs, al-mal, an-nasab, ad-din dan al-‘aql.
Sedangkan menurut al-Amidi: ad-din, an-nafs, an-nasl, al-aql dan al-mal.
Bagi al-Qarafi: an-nufus, al-adyan, al-ansab, al-‘uqul, al-amwal atau al-a’radh.
Sementara menurut al-Ghazali: ad-din, an-nafs, al-‘aql, an-nasl dan al-mal.
Namun urutan yang dikemukakan al-Ghazali ini adalah urutan yang paling banyak dipegang para ulama Fiqh dan Ushul Fiqh berikutnya. Bahkan, Abdullah Darraz, pentahkik al-Muwafaqat sendiri, memandang urutan versi al-Ghazali ini adalah yang lebih mendekati kebenaran.[45]
Cara kerja dari kelima dharuriyyat di atas adalah masing-masing harus berjalan sesuai dengan urutannya. Menjaga al-din harus lebih didahulukan daripada menjaga yang lainnya; menjaga al-nafs harus lebih didahulukan dari pada al-aql dan nasl begitu seterusnya. Salah satu contoh yang dapat penulis kemukakan adalah membunuh diri atau menceburkan diri dalam kebinasaan adalah sesuatu yang dilarang sebagaimana bunyi teks dalam surat al-Baqarah. Akan tetapi kalau untuk kepentingan berjihad dan kepentingan agama Allah, menjadi boleh karena sebagaimana telah disinggung diatas bahwa menjaga agama harus didahulukan dari pada menjaga jiwa. Oleh kerena itu, sebagian besar para ulama membolehkan istisyhad para pejuang Palestina dengan pertimbangan hukum di atas.
Akan tetapi bagaimana dengan kasus orang sakit yang kerena suatu kebutuhan pengobatan boleh dilihat auratnya atau musafir yang boleh mengqashar shalat, bukankah itu berarti an-nafs lebih didahulukan dari pada ad-din?
Persoalan ini sesungguhnya bukanlah persoalan baru. Al-Amidy dalam al-Ahkam-nya, misalnya, telah mengulas secara panjang lebar yang tidak mungkin penulis kutipkan di sini. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat langsung dalam al-Ahkam fi Ushul al-Ahkam (sebagian membacanya al-Ihkam fi Ushul al-Ahkam, akan tetapi penulis lebih condong membacanya al-Ahkam) juz IV halaman 243-245. Dalam kesempatan ini penulis hanya akan mengutip pendapat Abdullah Darraz karena lebih ringkas. Menurutnya bahwa dalam tataran umum agama harus lebih didahulukan daripada yang lainnya karena ini menyangkut ushul al-din, sedangakan dalam hal tertentu jiwa dan harta terkadang lebih didahulukan dari pada agama (mustatsnayyat). Disinilah dibutuhkan kejelian seorang mujtahid.[46]
Maqashid atau Maslahah Hajiyyat adalah sesuatu yang sebaiknya ada agar dalam melaksanakannya leluasa dan terhindar dari kesulitan. Kalau sesuatu ini tidak ada, maka ia tidak akan menimbulkan kerusakan atau kematian hanya saja akan mengakibatkan masyaqah dan kesempitan.[47] Misalnya, dalam masalah ibadah adalah adanya rukhsah; shalat jama dan qashar bagi musafir.
Maqashid atau Maslahah Tahsinat adalah sesuatu yang sebaiknya ada demi sesuainya dengan keharusan akhlak yang baik atau dengan adat. Kalau sesuatu ini tidak ada, maka tidak akan menimbulkan kerusakan atau hilangnya sesuatu juga tidak akan menimbulkan masyaqah dalam melaksanakannya, hanya saja dinilai tidak pantas dan tidak layak manurut ukuran tatakrama dan kesopanan. Di antara contohnya adalah thaharah, menutup aurat dan hilangnya najis.[48]
Ada beberapa qaidah penting yang dikemukakan Imam Syathibi dalam menerangkan keterkaitan atau cara kerja ketiga maslahah di atas yang tidak mungkin penulis kemukakan di sini mengingat panjangnya pembahasan dimaksud. Namun untuk lebih jelasnya dapat dilihat dalam masalah ke-4 halaman 13 buku al-Muwafaqat.
2. Qashdu al-Syari’ fi Wadh’I al-Syari’ah lil Ifham (maksud Syari’ dalam menetapkan syari’ahnya ini adalah agar dapat dipahami).
Bagian ini merupakan pembahasan yang peling singkat karena hanya mencakup 5 masalah. Dalam menetapkan syari’atnya, Syari’ bertujuan agar mukallaf dapat memahaminya, itulah maksud dari bagian kedua.
Ada dua hal penting yang dibahas dalam bagian ini. Pertama, syari’ah ini diturunkan dalam Bahasa Arab sebagaimana firmanNya dalam surat Yusuf ayat 2; as-Syu’ara:195. Oleh kerena itu, untuk dapat memahaminya harus terlebih dahulu memahami seluk beluk dan uslub bahasa Arab.
Dalam hal ini Imam Syathibi berkata: “Siapa orang yang hendak memahaminya, maka dia seharusnya memahami dari sisi lidah Arab terlebih dahulu Karena tanpa ini tidak mungkin dapat memahaminya secara mantap. Inilah yang menjadi pokok dari pembahasan masalah ini”.[49]
Dengan bahasa lebih mudah, di samping mengetahui bahasa Arab, untuk memahami syari’at ini juga dibutuhkan ilmu-ilmu lain yang erat kaitannya dengan lisan Arab seperti Ushul Fiqh, Mantiq, Ilmu Ma’ani dan yang lainnya. Karenanya, tidaklah heran apabila bahasa Arab, Ushul Fiqh termasuk salah satu persyaratan pokok yang harus dimiliki seorang mujtahid.
Kedua, bahwa syari’at ini ummiyyah, maksudnya untuk dapat memahaminya tidak membutuhkan bantuan ilmu-ilmu alam seperti ilmu hisab, kimia, fisika dan lainnya. Hal ini dimaksudkan agar syari’ah mudah dipahami oleh semua kalangan manusia. Apabila untuk memahami syari’at ini memerlukan bantuan ilmu lain seperti ilmu alam, paling tidak ada dua kendala besar yang akan dihadapi manusia umumnya, yaitu kendala dalam hal pemahaman dan dalam pelaksanaan.[50] Syari’ah mudah dipahami oleh siapa saja dan dari bidang ilmu apa saja karena ia berpangkal kepada konsep maslahah (fahuwa ajraa ‘ala i’tibari al-maslahah).[51]
Di antara landasan bahwa syari’at ini ummiyyah adalah karena pembawa syari’at itu sendiri (Rasulullah Saw) adalah seorang yang ummi sebagaimana ditegaskan dalam firmanNya surat al-Jum’ah ayat 2, al-Araf ayat 158, al-Ankabut 48 dan keterangan-keterangan lainnya.
Ada kecenderungan berlebihan dari sebagian ulama yang tidak sesuai dengan sifat syari’ah ummiyyah ini, lanjut Syathibi, yaitu bahwa al-Qur’an mencakup semua bidang keilmuan, baik keilmuan lama ataupun modern. Betul, lanjut Syathibi, al-Qur’an menyinggung dan sesuai dengan berbagai disiplin ilmu, namun tidak berarti al-Qur’an mencakup semuanya, itu semua hanyalah isyarat saja dan bukan sebagai legitimasi semua disiplin ilmu.
Ayat yang sering dijadikan dalil adalah surat an-Nahl 89 yang berbunyi: “Dan Kami turunkan kepadamu al-Qur’an untuk menjelaskan segala sesuatu”, dn surat al-An’am ayat 38 yang berbunyi: “Tidaklah Kami lewatkan sesuatupun dari al-Qur’an”. Menurut Syathibi, kedua ayat di atas mempunyai makna tertentu. Ayat pertama dimaksudkan mengenai masalah taklif dan ibadah sedangkan maksud al-kitab dalam ayat kedua adalah allauh al-mahfudz.[52]
3. Qashdu al-Syari’ fi Wadh’I al-Syari’ah li al-Taklif bi Muqtadhaha
Bagian ini dimaksudkan bahwa maksud Syari’ dalam menentukan syari’at adalah untuk dilaksanakan sesuai dengan yang dituntutNya.
Masalah yang dibahas dalam bagian ini ada 12 masalah, namun semuanya mengacu kepada dua masalah pokok yaitu:
Pertama, taklif yang di luar kemampuan manusia (at-taklif bima laa yuthaq).Pembahasan ini tidak akan dibahas lebih jauh karena sebagaimana telah diketahui bersama bahwa tidaklah dianggap taklif apabila berada di luar batas kemampuan manusia.[53] Dalam hal ini Imam Syathibi mengatakan: “Setiap taklif yang di luar batas kemampuan manusia, maka secara Syar’i taklif itu tidak sah meskipun akal membolehkannya”.[54]
Apabila dakan teks Syari’ ada redaksi yang mengisyaratkan perbuatan di luar kemampuan manusia, maka harus dilihat pada konteks, unsur-unsur lain atau redaksi sebelumnya. Misalnya, furman Allah: “Dan janganlah kalian mati kecuali dalam keadaan muslim”. Ayat ini bukan berarti larangan untuk mati karena mencegah kematian adalah di luar batas kemampuan manusia. Maksud larangan ini adalah larangan untuk memisahkan antara keislalman dengan kehidupan di dunia ini karena datangnya kematian tidak akan ada yang mengetahui seorangpun.
Begitu juga dengan sabda Nabi: “Janganlah kamu marah” tidak berarti melarang marah, karena marah adalah tabiat manusia yang tidak mungkin dapat dihindari. Akan tetapi maksudnya adalah agar sedapat mungkin menahan diri ketika marah atau menghindari hal-hal yang mengakibatkan marah.
Kedua, taklif yang di dalamnya terdapat masyaqah, kesulitan (al-taklif bima fiihi masyaqqah). Persoalan inilah yang kemudian dibahas panjang lebar oleh Imam Syathibi. Menurut Imam Syathibi, dengan adanya taklif, Syari’ tidak bermaksud menimbulkan masyaqah bagi pelakunya (mukallaf) akan tetapi sebaliknya di balik itu ada manfaat tersendiri bagi mukalla.[55] Bila dianalogkan kepada kehidupan sehari-hari, obat pahit yang diberikan seorang dokter kepada pasien, bukan berarti memberikan kesulitan baru bagi sang pasien akan tetapi di balik itu demi kesehatan si pasien itu sendiri pada masa berikutnya.
Dalam masalah agama misalnya, ketika ada kewajiban jihad, maka sesungguhnya tidak dimaksudkan dengannya untuk menceburkan diri dalam kebinasaan, tetapi untuk kemaslahatan manusia itu sendiri yaitu sebagai wasilah amar makruf nahyil munkar. Demikian pula dengan hukum potong tangan bagi pencuri, tidak dimaksudkan untuk merusak anggota badan akan tetapi demi terpeliharanya harta orang lain.
Apabila dalam taklif ini ada masyaqah, maka sesungguhnya ia bukanlah masyaqah tapi kulfah, sesuatu yang tidak mungkin dapat dipisahkan dari kegiatan manusia sebagaimana dalam kacamata adat, orang yang memikul barang atau bekerja siang malam untuk mencari kehidupan tidak dipandang sebagai masyaqah, tetapi sebagai salah satu keharusan dan kelaziman untuk mencari nafkah. Demikian juga halnya dengan masalah ibadah. Masyaqah seperti ini menurut Imam Syathibi disebut Masyaqah Mu’tadah karena dapat diterima dan dilaksanakan oleh anggota badan dan karenanya dalam syara’ tidak dipandang sebagai masyaqah.[56]
Yang dipandang sebagai masyaqah adalah apa yang disebutnya dengan Masyaqah Ghair Mu’tadah atau Ghair ‘Adiyyah yaitu masaqah yang tidak lazim dan tidak dapat dilaksanakan atau apabila dilaksanakan akan menimbulkan kesulitan dan kesempitan. Misalnya, keharusan berpuasa bagi orang sakit dan orang jompo. Semua ini adalah masyaqah ghair mu’tadah yang dikecam oleh Islam. Untuk mengatasi masyaqah ini, Islam memberikan jalan keluar melalui rukhshah atau keringanan.
4. Qashdu al-Syari’ fi Dukhul al-Mukallaf Tahta Ahkam al-Syari’ah
Pembahasan bagian terakhir ini merupakan pembahasan paling panjang mencakup 20 masalah. Namun semuanya mengacu kepada pertanyaan: “Mengapa mukallaf melaksanakan hukum Syari’ah?” Jawabannya adalah untuk mengeluarkan mukallaf dari tuntutan dan keinginan hawa nafsunya sehingga ia menjadi seorang hamba yang dalam istilah Imam Syathibi disebut: hamba Allah yang ikhtiyaran dan bukan yang idthiraran.[57] Atau dalam istilah Dr. Ahmad Zaid: Ikhrajul ‘abd min da’iyatil hawa ila dairatil ‘ubudiyyah.[58]
Untuk itu, setiap perbuatan yang mengikuti hawa nafsu, maka ia batal dan tidak ada manfa’atnya. Sebaliknya, setiap perbuatan harus senantiasa mengikuti petunjuk Syari’ dan bukan mengikuti hawa nafsu.
Ada beberapa kaidah penting yang perlu dipahami dalam bagian ini dan penulis tidak dapat menjelaskannya dalam bahasa Indonesia. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat dalam al-Muwafaqat Juz II hal. 128-150.
Demikian sekilas tentang Maqashid al-Syari’ah menurut Imam Syathibi. Gambaran di atas tentunya tidak memberikan pemahaman yang menyeluruh tentang Maqashid Syari’ah itu sendiri, namun paling tidak tergambar bahwa rumusan Imam Syathibi ini lebih sistematis dan lengkap dibandingkan rumusan-rumusan para ulama Ushul sebelumnya.
Apa yang tertulis dalam al-Muwafaqat khususnya dan karya-karta Imam Syathibi lainnya betul-betul telah mempengaruhi pemikiran para ulama berikutnya semisal Muhammad Abduh, Muhammad Rasyid Ridha, Abdullah Darraj, Muhammad Thahir bin Asyur dan ‘Allal Fasy.
Muhammad Abduh adalah orang pertama yang mengumumkan pentingnya ulama-ulama dan para mahasiswa Timur Tengah untuk mempelajari karya-karya Imam Syathibi terutama al-Muwafaqat.[59] Sama halnya dengan muridnya, Rasyid Ridha. Bahkan bukan saja terpengaruh dengan ide maqashidnya Imam Syathibi, ia juga sangat terpengaruh dengan al-I’tishamnya demi menghidupkan kembali harakah salafiyyah yang sejak lama diusungnya.
Demikian juga dengan Thahir bin Asyur. Ulama asal Tunis ini telah mengarang sebuah buku berjudul Maqashid al-Syari’ah al-Islamiyyah yang sempat menggegerkan ulama Ushul Timur Tengah karena idenya yang mencoba mengenyampingkan Ushul Fiqh dan menggantinya dengan Maqashid al-Syari’ah. Baginya, Maqashid al-Syari’ah merupakan ilmu yang berdiri sendiri (‘ilm mustaqil) dan terlepas dari Ilmu Ushul bahkan Ilmu Ushul dipandangnya sebagai ilmu yang telah usang dan produk fiqhnya cenderung kurang manusiawi. Namun demikian, idenya lahir karena pengaruh dari Imam Syathibi, bahkan Abdul Majid Turki memandang buku Thahir bin Asyur ini sebagai mustalhaman min kitab al-Muwafaqat (jiplakan dari kitab al-Muwafaqat).[60]
Allal Fasy, ulama asal Maroko, juga termasuk meraka yang terpengaruh oleh ide Syathibi. Bukunya Difa’ ‘an al-Syari’ah dan Maqashid al-Syari’ah al-Islamiyyah wa Makarimuha merupakan perluasan dan terkadang pengulangan dari apa yang tertulis dalam al-Muwafaqat. Karena besarnya pengaruh Syathibi dengan al-Muwafaqatnya inilah, ulama-ulama Ushul kemudian sepakat menjadikan Imam Syathibi sebagai Bapak Maqashid al-Syari’ah pertama yang telah menyusun teori-teorinya secara lengkap, sistematis dan jelas.